Minggu, 29 Maret 2015

6 Cara Bangkit Ketika Kamu Kehilangan Motivasi

Sobat, tak peduli siapapun kamu pasti pernah mengalami masa-masa di mana Anda kehilangan motivasi sampai-sampai tak ingin melakukan apapun. Bahkan, buat orang-orang yang telah sukses sekalipun pasti mengalami saat ia merasa tidak ada motivasi untuk bangkit. Namun, tak perlu khawatir. Izwie punya beberapa cara efektif buat kamu mengatasi situasi ini dan sangat membantu untuk mencapai hal-hal besar.Motivasi merupakan salah satu kunci yang akan mendorong Anda untuk mengambil tindakan dan bergerak setiap hari. Jika Anda tak memiliki motivasi, Anda akan cenderung menunda-nunda pekerjaan. Inilah yang terjadi pada kebanyakan orang, apakah itu termasuk kamu? So, jangan gampang untuk menyerah. Yuk simak tips berikut ini, 6 Cara Bangkit Saat Kamu Kehilangan Motivasi.

1. Ingatlah Niat Awalmu


Ingatlah Niat Awalmu

Jika kamu merasa kurang motivasi, cobalah untuk mengingat niat awal mengapa kamu ingin melakukannya. Alasan Anda melakukan sesuatu akan menjadi kekuatan yang mendorong Anda untuk bersemangat dalam menjalankannya. Jangan hanya melakukannya dengan terpaksa karena harus menyelesaikan tugas. Namun, kamu harus meyakini bahwa apa yang kamu lakukan benar-benar bermanfaat bagimu. Pastikan Anda memiliki alasan yang kuat dan tujuan saat kamu melakukan sesuatu untuk membangkitkan motivasi dalam dirimu.

2. Bayangkan Kesuksesan yang Akan Kamu Raih


Bayangkan Kesuksesan yang Akan Kamu Raih

Visualisasi. Yups, dengan membayangkan kesuksesan yang akan raih akan membuat kamu lebih termotivasi untuk menjalani prosesnya. Kamu bisa membayangkan apapun yang kamu inginkan, di manapun dan kapanpun kamu mau. Masih tidak percaya?

Jika kamu berpikir bahwa visualisasi tidak bekerja, coba bayangkan dengan jelas bahwa kamu berjalan ke dapur, membuka pintu kulkas, kamu melihat lemon kuning besar dan Anda membawanya keluar. Setelah itu Anda mengambil pisau dan memotong lemon kuning besar menjadi setengah. Bayangkan ini jelas dan rinci. Setelah memotong lemon, mengambil setengah dan memeras lemon yang tetes jus ke dalam mulutmu. Merasakan tekanan tanganmu, mendengar suara perasan dan bayangkan jus lemon asam masuk ke mulutmu. Sekarang, apakah kamu merasa lebih air liur dalam mulutmu atau tidak?

Kemungkinannya adalah, jika kamu mengikuti melalui dan memvisualisasikan dengan jelas, kamu akan memiliki lebih banyak air liur di mulutmu. Ayo, ini hanya visualisasi dan itu tidak nyata, tapi mengapa terdapat lebih banyak air liur di mulutmu? Hal ini karena pikiranmu tidak bisa membedakan apa yang nyata dan apa yang tidak. Pikiran hanya bisa melihat itu, tetapi tidak bisa mengatakan jika itu nyata.


Inilah yang membuat visualisasi menjadi cara yang ampuh. Intinya adalah ketika Anda membayangkan dan memvisualisasikan suatu hal dalam pikiran Anda, Anda akan merasa termotivasi untuk melakukannya. Ketika Anda bermimpi tentang mobil yang Anda inginkan, Anda akan menciptakan motivasi dari dalam. Cobalah melakukan hal ini ketika Anda merasa seperti menunda-nunda dan tidak memiliki motivasi apapun.

3. Ciptakan Lingkungan yang Mendukung


Ciptakan Lingkungan yang Mendukung

Lingkungan dapat mempengaruhi suasana hatimu. Secara tidak langsung, kamu akan menjadi seperti teman sepergaulan kamu. Jika kamu bergaul dengan orang-orang yang bersemangat, hidupmu juga akan semakin berenergi. Sebaliknya, jika kamu berada di lingkungan orang yang negatif, kamu akan semakin kehilangan motivasi. Jadi, cobalah mencari lingkungan yang akan membangkitkan motivasimu.

4. Biarkan Orang Lain Memotivasi Kamu


Biarkan Orang Lain Memotivasi Kamu

Cobalah untuk membaca buku motivasi, mengunjugi situs-situs motivasi seperti izwie.com, mendengarkan musik yang semangat, atau menonton tayangan yang inspiratif. Lakukan kegiatan tersebut minimal 30 menit di pagi hari agar membuat hidupmu lebih bersemangat. Dengan cara ini, kamu akan lebih bersemangat menjalani hari-harimu meskipun menghadapi persoalan yang cukup berat.

Video dan audio juga sangat membantu. Semangat yang ditularkan lewat ceramah orang hebat ataupun musik yang kamu dengar akan memompa semangatmu untuk bersiap menghadapi situasi hari ini. Jadikan sebagai mood booster untuk menjalani hari yang luar biasa hari ini.

5. Dream Big, Start Small and Act Now


Dream Big, Start Small and Act Now

Ini adalah sebuah prinsip yang sangat kuat jika kamu mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Saat kamu bermimipi, bermimpilah yang besar dan dapat menginspirasimu untuk mencapainya. Dalam prosesnya, kamu harus memulainya dari yang kecil jka ingin membuatnya menjadi kebiasaan. Sehingga kamu dapat menjalaninya secara otomatis dan konsisten setiap hari.

Lakukan langkah-langkah kecil secara bertahap. Sebagai contoh, jika kamu ingin latihan dan latihan lima kali dalam seminggu, cobalah untuk jadwal dan memulai dari yang kecil. Bahkan jika itu hanya lima menit sehari, berkomitmenlah untuk itu dan hanya melakukannya. Kuncinya adalah untuk membangun momentum dan membuatnya mudah bagi Anda untuk memulai. Setelah Anda mendapatkan polanya, secara bertahap tingkatkanlah dan lanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi.

6. Istirahat


Istirahat

Kadang-kadang kamu hanya butuh beristirahat. Ingat, sukses bukanlah tujuan; itu adalah sebuah perjalanan yang harus kamu lewati untuk jangka waktu yang panjang. Ini bukan seperti lari jarak pendek, tapi maraton. Banyak orang mengira sukses sebagai melakukan sesuatu yang besar dan kesuksesan yang akan datang lebih semalam. Yang benar adalah benar-benar sebaliknya.

Hampir semua orang sukses yang telah mencapai hasil yang luar biasa mampu melakukannya karena mereka bertahan cukup lama, melakukan tindakan yang cukup konsisten dan tentu saja, mereka tidak pernah menyerah. Sukses bukan sesuatu yang dapat dibuat dalam beberapa hari, beberapa minggu ataupun bulan. Keberhasilan nyata membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangunnya.

Oleh karena itu, pastikan kamu beristirahat dengan cukup. Kamu perlu memahami kemampuanmu sendiri dan seberapa banyak yang dapat kamu lakukan. Jika selesai dalam suatu pekerjaan, kamu dapat memanjakan diri dan beristirahat. Setelah istirahat, kamu akan merasa lebih energik, lebih termotivasi dan siap untuk menghadapi dunia lagi.

Nah, itulah 6 Cara Bangkit Saat Kamu Kehilangan Motivasi dalam mengejar kesuksesanmu. Tetap semangat selalu ya!


sumber : http://www.izwie.com

Sabtu, 28 Maret 2015

11 Alasan Sah Kenapa Cewek Perlu Bekerja, Bukan Cuma Jadi Ibu Rumah Tangga

Keputusan menjadi ibu rumah tangga yang bekerja seringkali mendapat kritikan. Dianggap menelantarkan anak, abai pada suami, hingga lalai pada tugas-tugas di rumah.

Padahal, ibu yang bekerja justru punya banyak efek positif, baik bagi diri mereka sendiri, keluarga, dan tumbuh kembang anak lho! Nah, di artikel ini Hipwee akan memaparkan fakta-fakta penelitian yang bisa meyakinkanmu bahwa kelak tidak ada salahnya bekerja sambil mengurus rumah tangga. Simak, yuk!

1. Ibu yang Bekerja Bisa Jadi Panutan yang Baik Bagi Anak-Anak, Bahwa Perempuan Tidak Selalu Berada Di Posisi yang Inferior
role model

panutan yang baik bagi anak via www.huffingtonpost.com

Kental dengan budaya patriarki, kita seringkali menyepelekan perempuan. Peran ibu dianggap sekadar sebagai “pengurus rumah” yang tidak lebih hebat dari ayah. Kadang, hal ini menjadikan anak memilih lebih patuh pada ayah daripada ibu. Namun, anak-anak tentu perlu diberi pemahaman yang benar; bahwa ibu juga punya otoritas atas dirinya sendiri dan anak-anaknya.

Ibu yang bekerja adalah contoh baik bagi anak perempuan maupun laki-laki. Anak perempuan akan mengerti bahwa perempuan juga layak mengejar karir, bukan sekadar menikah lalu punya anak. Sementara, anak laki-laki akan memahami bahwa tugas-tugas rumah tangga bukan semata-mata tanggung jawab perempuan, tapi seluruh anggota keluarga.

Bukan berarti ibu yang tidak bekerja adalah panutan yang buruk. Tapi, pilihan untuk berkarir menjadi contoh gamblang bagi anak-anak untuk mematahkan anggapan-anggapan umum yang menempatkan perempuan di posisi inferior.

2. Kelak, Anak-Anakmu Bisa Terdidik Untuk Menjadi Lebih Mandiri
mandirimandiri

Tanpa ibu di rumah, anak-anak justru bisa jadi lebih bertanggung jawab pada diri mereka sendiri. Makan tepat waktu, mengerjakan PR, belajar, bermain, tidur siang; banyak hal yang dikerjakan atas kesadaran diri sendiri. Bahkan, mengingat pesan-pesan dari ibu membuat mereka lebih berhati-hati. Misalnya, mereka akan patuh untuk tidak bermain-main dengan api atau listrik saat sendirian di rumah.

Meskipun sebagian anak lebih beruntung lantaran punya PRT di rumah, bukan berarti mereka menjadi manja. Umumnya, PRT bertanggung jawab pada pekerjaan rumah; masak, menyapu, mengepel, atau mencuci baju. Sementara, anak-anak akan mengusahakan tugas-tugas mereka sendiri, mengerjakan PR atau belajar untuk ulangan misalnya. Dalam kasus ini, kemandirian anak-anak akan terdidik secara alami.

3. Kesibukan Bekerja Bisa Membuatmu Terhindar Dari Emosi Negatif yang Dapat Mengarah Pada Depresi minim depresi

Menurut survei Gallup.com pada 1000 responden, tercatat 28% kasus depresi dialami para ibu rumah tangga sedangkan hanya sekitar 17% yang dialami ibu rumah tangga yang bekerja. Elizabeth Mendes, kepala editor dari Gallup.com menegaskan bahwa pekerjaan memang bisa jadi sumber kebahagiaan bagi para ibu. Hal ini lantaran kesibukan di kantor bisa membuat para ibu terhindar dari emosi-emosi negatif seperti marah, sedih, stres, atau khawatir.

4. Keputusan untuk Bekerja Bukan Berarti Mengabaikan Peranmu Sebagai Orang Tua
mommom

Ibu rumah tangga yang bekerja sering dianggap mengabaikan perannya sebagai orang tua. Alih-alih menemani anak di rumah, ibu justru sibuk dengan rutinitas di kantor. Kadang, hal inilah yang membuat ibu menanggung rasa bersalah. Menganggap bahwa keputusan untuk bekerja membuat anak-anak membenci mereka lantaran merasa diabaikan.

Namun, peran ibu tak bisa diukur dengan seberapa sering seorang ibu ada di samping anak-anaknya. Membimbing dan mengarahkan anak tetap bisa dilakukan selama mampu membagi waktu dan menjaga komunikasi. Bahkan, kemampuan untuk menjalankan dua peran sekaligus adalah bukti bahwa ibu adalah orang tua yang hebat.

5. Karena Memiliki Waktu yang Terbatas, Waktumu Bersama Anak-Anak Justru Lebih Berkualitas

membagi waktu

Rutinitas dan tanggung jawab pekerjaan menjadikan ibu tidak punya banyak waktu bersama anak-anaknya. Bahkan, setelah seharian meninggalkan rumah pun masih harus terganggu dengan email klien dan deadline pekerjaan yang belum terselesaikan. Akibatnya, sekadar untuk duduk bersama anak dan mendengarkan hari-hari mereka di sekolah bisa jadi momen berharga.

Bagaimanapun, ibu dituntut untuk tegas dan disiplin soal jam kerja. Pekerjaan selayaknya diselesaikan di kantor karena setelahnya adalah tugas ibu untuk memenuhi hak anak-anak. Gunakan waktu untuk menemani mereka mengerjakan PR atau belajar. Pastikan bahwa sedikit waktu selepas jam kantor cukup berkualitas bagi mereka. Jika terpaksa harus kembali menyentuh folder-folder pekerjaan, lakukan setelah anak-anak tidur di malam hari.

6. Menurut Penelitian, Anak-Anak yang Ibunya Bekerja Justru Bisa Jadi Lebih Pintar di Sekolahanak pintar

Penelitian di Denmark menyebutkan bahwa anak-anak yang sejak usia 4 tahun ditinggal oleh ibunya bekerja justru tumbuh lebih cerdas daripada anak-anak yang ibunya tidak bekerja. Yang pasti, hal ini erat kaitannya dengan peran negara (Denmark) yang mengalokasikan 1,2% pendapatan nasional untuk kepentingan anak-anak. Fasilitas pendidikan yang memadai dan peran orang tua sebagai panutan menjadikan anak-anak punya prestasi yang lebih baik di sekolah.

7.Penelitian Juga Menunjukkan Bahwa Pilihan untuk Bekerja Tidak Mempengaruhi Perilaku Anakpertumbuhan anak

Banyak ibu yang khawatir jika ketidakhadiran mereka di rumah akan mempengaruhi perilaku anak. Namun, berbagai penelitian yang dipublikasikan American Psychological Association sejak tahun 1960 justru menjelaskan sebaliknya.

Para peneliti hanya menemukan sedikit bukti bahwa keputusan ibu untuk bekerja akan mempengaruhi perkembangan perilaku anak, menjadi nakal misalnya. Sebaliknya, anak-anak yang ditinggal bekerja sejak usia kurang dari 3 tahun justru punya prestasi lebih baik di sekolah daripada anak-anak yang ibunya tidak bekerja. Bahkan, anak-anak tersebut juga minim mengalami stres dan depresi. Nilai yang lebih rendah hanya diperoleh oleh anak-anak yang sejak usia kurang dari 1 tahun sudah ditinggal ibunya untuk bekerja.

8. Selama Jam Kerjamu Normal dan Kamu Mampu Mengatur Waktu, Tumbuh Kembang Emosi Anak Juga Tidak Akan Tergangguemosional

Penelitian di University College London mematahkan kepercayaan bahwa pilihan ibu untuk bekerja bisa mempengaruhi pertumbuhan emosi anak. Selama ibu punya jam kerja yang normal dan bisa menyeimbangkan antara pekerjaan dan komitmen sebagai orang tua, keputusan untuk bekerja bukanlah masalah bagi tumbuh kembang emosi anak.

9. Hubunganmu dan Pasangan Juga Bisa Lebih Harmonis. Kalian Terbiasa Berbagi Tugas Karena Sama-Sama Bekerjapunya hubungan yang bahagia

Kaitannya dengan peran ayah, ibu yang bekerja justru punya hubungan yang lebih bahagia. Pasalnya, ayah dan ibu akan pintar-pintar bekerja sama membagi tugas agar segala sesuatunya berjalan dengan baik. Bahkan, tidak jarang mereka rela bertukar peran agar tidak terjadi masalah. Misalnya, saat ibu harus meeting dan pergi ke kantor lebih pagi dari biasanya, ayahlah yang akan menyiapkan sarapan untuk anak-anak.

Saling pengertian antara keduanya menjadikan hubungan yang dijalani justru lebih baik. Merasa punya peran yang sama-sama penting dan tanggung jawab yang sama-sama besar membuat ikatan suami istri lebih kuat. Bukan tidak mungkin jika kondisi keluarga jadi lebih bahagia dan harmonis.

10. Bekerja Berarti Memberimu Ruang Pribadi, Untuk Sejenak Meninggalkan Rutinitas Sebagai Ibu Rumah Tanggaistirahat

Tidak bisa dipungkiri bahwa tinggal di rumah untuk memasak, menyapu, atau mencuci bisa jadi rutinitas yang membosankan. Atas alasan itulah, seorang ibu butuh kegiatan yang bisa menyeimbangkan hidupnya. Bergelut dengan tugas kantor, menghadapi klien, bergaul dengan teman kantor; banyak hal yang bisa menjadikan pekerjaan sebagai penyeimbang – membuat hidup lebih menarik untuk dijalani.

11. Di Tengah Kebutuhan Hidup yang Kian Mencekik Leher, Pendapatanmu Bisa Membantu Meringankan Beban Finansial Keluargakeuangan

Bukan hanya bermanfaat bagi diri sendiri, bekerja tentu memberi manfaat bagi seluruh keluarga, khususnya perkara keuangan. Di negara-negara maju, ibu yang bekerja menjadi isu penting yang erat kaitannya dengan kesejahteraan keluarga. Di Amerika misalnya, tercatat 66% dari seluruh perempuan yang sudah menikah memilih untuk bekerja.

Soal keuangan memang seringkali menjadi alasan kenapa ibu memilih bekerja. Pasalnya, gaji suami mungkin belum bisa memenuhi berbagai kebutuhan keluarga. Misalnya, dengan UMP 2,2 juta di Jakarta tentu belum menutup kebutuhan pokok, hingga biaya sekolah dan cicilan rumah. Namun, jika ayah dan ibu sama-sama bekerja, sudah pasti masalah keuangan terasa lebih ringan.

Nah, gimana? Apakah kamu setuju jika ibu rumah tangga sebaiknya juga bekerja, atau sebaliknya? Saat kelak berumah tangga, semoga kita bisa pintar-pintar menentukan pilihan, ya! :)

Artikel kali ini diadaptasi dari laman Lifehack. Artikel asilinya bisa dilihat disini.

Ini Alasan Kenapa Orang Ingin Kerja dari Rumah

Depositphotos_3270815_xxxl

Bekerja bukan hanya tentang menyelesaikan sebuah tugas atau tanggungjawab dari depan meja di dalam sebuah ruangan yang berada di dalam gedung. Bekerja tidak mengharuskan kita untuk berada di dalam ruangan dalam waktu 8 -9 jam setiap harinya. Setiap pekerjaan memiliki cara dan peraturan mereka masing – masing. Terkadang banyak orang memilih untuk bekerja di luar ruangan karena beberapa alasan. Mereka biasanya mengambil sebuah pekerjaan paruh waktu atau freelance. Ini membuat mereka tidak harus datang ke kantor dan menyelesaikan pekerjaan di sana. Tapi yang jelas setiap tugas yang dilimpahkan harus benar – benar diselesaikan dengan baik.

Tidak jarang beberapa pekerja merasa rumah mereka adalah tempat yang paling nyaman untuk bekerja. Baik itu rumah pribadi, kos ataupun hanya rumah persinggahan saja. Nah, tapi sebelumnya, apa saja sih yang dicari orang seperti ini. Orang yang memilih untuk bekerja di rumah ketimbang di kantor?

1. Mencari ketenangan
Yang jelas mereka yang memilih bekerja dari rumah adalah yang lebih menyukai bekerja individu atau sendiri. Mereka akan cenderung merasa terganggu ketika ada banyak orang disekitar mereka, terlebih saat harus berkonsentrasi menyelesaikan tugas. Untuk itu mereka memilih bekerja dari dalam rumah dengan tujuan untuk mencari ketenangan dan meminimalisir gangguan. Bekerja dari rumah juga akan membantu menjaga privasi Anda.

2. Mencari kenyamanan
Ketika Anda bekerja Anda harus merasa nyaman. Itu jelas, karena ketika Anda merasa sangat tertekan, terganggu dan tidak nyaman pasti pekerjaan dan produktivitas kerja Anda akan terganggu. Carilah rasa dan tempat yang nyaman bagi Anda untuk bekerja, sekalipun itu dirumah Anda sendiri. Anda bisa mendesain ulang meja kerja di dalam kamar atau sebuah ruangan khusus di dalam rumah. Mendesain sesuai dengan keinginan dan selera Anda. Buatlah suasana yang mendukung Anda saat bekerja. Ini akan membuat Anda semakin bersemangat menyelesaikan pekerjaan.

3. Ingin dekat dengan keluarga
Siapa yang tidak ingin berlama – lama dengan keluarga? Setiap orang pasti mencari atau berusaha untuk meluangkan waktu libur mereka untuk bisa berkumpul bersama dengan keluarga. Beberapa pekerja memilih untuk bekerja dari dalam rumah mereka, alasannya karena ingin berlama – lama bertemu dengan keluarga. Ini jugalah yang menjadi alasan sebagian besar Ibu rumah tangga yang menjalankan bisnis pribadi, baik secara online maupun offline. Mereka bisa bekerja sekaligus mengurus keluarga. Dengan begitu semangat bekerja juga semakin meningkat.

4. Lebih fleksibel
Saat Anda bekerja di kantor maka tidak akan ada waktu pasti yang membawa Anda dalam 8 jam waktu produktif. Akan ada berbagai kegiatan atau tambahan waktu sampai akhirnya Anda merasakan pulang malam. Ini membuat Anda lebih tertekan dan lelah. Nah, pilihan bekerja dirumah selanjutnya adalah karena bekerja dirumah itu memberikan kita waktu yang fleksibel. Kita bisa mengerjakan tugas kapansaja. Yang jelas tetap harus sesuai dengan target waktu yang diberikan. Kita juga harus konsisten terhadap diri sendiri bahwa akan menyelesaikan tugas tepat pada waktunya.

Anda juga memiliki waktu bebas lebih banyak. Mau makan tinggal makan, mau minum tinggal minum. Jika ingin istirahat kapan saja bisa. Anda juga tidak harus mengeluarkan banyak uang untuk biaya transportasi Anda ke kantor.

5. Lebih bebas berkreatifitas
Ada kalanya kita merasa ragu atau kurang percaya diri menunjukkan kreativitas yang kita miliki di depan orang lain. Itu sebabnya bekerja dari rumah dinilai dapat membantu kita bereksplorasi lebih banyak dengan pekerjaan kita. Kita bisa memulai dari diri sendiri, ruang kerja, hingga proses pengerjakan tugas. Tidak perlu khawatir dengan pandangan orang lain. Ketika Anda sudah merasa yakin, hal itu bisa Anda diskusikan dengan atasan yang berada di kantor.

Bekerja dari rumah memang terkesan tidak berjalan, tapi ada juga yang sudah berhasil membuktikan bahwa bekerja itu tidak harus datang pagi dan pulang malam dari kantor. Dimanapun kita berada kita bisa bekerja dan menghasilkan sesuatu yang baik. Bekerja dari rumah juga terkesan hanya cocok untuk orang yang pemalu, tidak percaya diri, minder dan sebagainya. Tapi ini membuktikan bahwa setiap orang memiliki cara bekerja dan berkreasi sendiri – sendiri. (fdl)

sumber ; mediabisnisonline.com

Minggu, 22 Maret 2015

Tips Sukses Menjalankan Bisnis Kecil



Gemintang.com – Apakah Sobat Gemintang sedang mencoba berwirausaha dengan menjalankan bisnis kecil? Untuk membuat bisnis kecil kamu sukses, tentu saja tidak cukup hanya dengan modal dana atau keahlian semata. Ada beberapa hal yang wajib kamu lakukan agar bisnismu tidak berhenti begitu saja di tengah jalan. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan selama menjalankan bisnismu.
1. Tingkatkan kreativitas

Yang akan membuat bisnis kamu dikenal konsumen adalah keunikan bisnis kamu yang berbeda dari bisnis-bisnis serupa. Bebaskan dirimu untuk berkreativitas sehingga produk atau jasa yang kamu tawarkan menjadi sesuatu yang berkesan dan menarik perhatian konsumen. Tidak ada salahnya meminta saran atau bantuan dari pebisnis lain yang sudah memulai bisnis serupa. Selain itu, akan sangat berguna bila kamu berani melakukan survei kecil langsung pada target konsumenmu. Hal ini akan memastikan bahwa produk atau jasa yang kamu tawarkan merupakan jawaban dari kebutuhan konsumen.
2. Kenali lawan usahamu

Ada baiknya kamu mengobservasi kelebihan-kelebihan dari bisnis-bisnis serupa yang memang diminati oleh konsumen. Hal ini bisa menjadi pertimbangan untuk dilakukan sehingga membuat bisnis kecil kamu mengalami kesuksesan yang sama. Jangan langsung merasa terintimidasi melihat lawan bisnismu, tapi belajarlah dari mereka.
3. Pastikan semuanya teratur dan terorganisir

Manajemen yang baik sangat mempengaruhi keberhasilan suatu usaha. Oleh karena itu, kamu harus memastikan segala sesuatunya diatur dengan baik dan mendetail. Pastikan catatan untuk tiap pemasukan, pengeluaran, dan laba benar-benar lengkap dan mendetail. Akan lebih baik bila selalu dicek dan direkap tiap harinya sehingga tidak terjadi kebocoran dana.
4. Beri pelayanan terbaik

Pelayanan terbaik yang diberikan konsumen merupakan suatu jaminan untuk kepuasan konsumen. Selain itu, pelayanan yang baik akan membuat konsumen tidak kapok untuk mencarimu bila dibutuhkan, mengingat baiknya pelayanan yang kamu berikan.
5. Konsistensi sangat dibutuhkan

Konsistensi merupakan hal penting yang harus selalu dijaga. Tidak peduli masalah apa yang kamu temui selama kamu menjalankan bisnismu, pastikan kamu tetap konsisten dengan kualitas produk atau jasa yang kamu tawarkan. Ini akan menjadi nilai tambah untuk bisnis kecilmu.

sumber : gumintang.com

9 Tipe Pekerja



Gemintang.com – Dalam dunia kerja ada berbagai jenis orang dan kepribadian. Tentu saja kerjasama antar tiap pribadi dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing akan menentukan keberhasilan pekerjaan tersebut.

Steve Faktor, pendiri ideafaktory.com mengelompokkan para pekerja ke dalam 9 tipe yang berbeda. Mau tahu apa saja tipe pekerja yang ada? Penasaran kamu termasuk ke dalam tipe pekerja yang mana? Simak saja penjelasan dari 9 tipe pekerja lebih mendalam.
1. Si Bambi

Tahukah kamu tentang tokoh si bambi, rusa bermata besar yang aktif dan selalu ceria? Tipe seperti bambi biasanya merupakan para pekerja baru yang masih penuh vitalitas dan semangat berkobar-kobar. Mereka merupakan pekerja yang selalu tersenyum dan ceria. Bila kamu seorang senior, mereka akan melakukan apa saja yang kamu perintahkan. Tipe pekerja yang satu ini biasanya merupakan fresh graduate yang penuh rasa ingin tahu dan semangat belajar. Tidak jarang mereka cenderung ingin menyenangkan semua orang dan sedikit mencari muka.
2. Si Loyalis

Tipe yang satu ini merupakan pekerja yang sangat loyal dengan pekerjaan atau perusahaannya. Untuk mengenali tipe yang satu ini sangat mudah, mereka akan menggembar-gemborkan pekerjaan atau perusahaan mereka tanpa diminta. Biasanya mereka sering dipilih menjadi karyawan teladan karena dedikasi tanpa batas yang mereka tunjukkan tiap harinya.
3. Si Alpha

Si Alpha merupakan pemimpin para loyalis. Biasanya tipe yang satu ini sangat pandai dalam memimpin dan memiliki semangat berkompetisi yang tinggi. Mereka biasanya menganggap diri mereka kaum elit yang sangat penting bagi perusahaan. Keberadaan mereka biasanya menginspirasi para pekerja yang lain. Para Alpha senang berkumpul dengan sesamanya untuk saling menggembar-gemborkan keberhasilan yang mereka raih.
4. Si Aman

Sama dengan si Alpha, si Aman biasanya juga menduduki jabatan cukup tinggi di perusahaan. Bedanya, si Aman tidak sekarismatik para Alpha. Tipe yang satu ini sangat pandai mencari aman dan tidak suka mengambil resiko. Tidak jarang mereka menjilat para Alpha untuk menduduki jabatan. Si Aman merupakan manipulator ulung yang pandai melihat kesempatan. Biasanya mereka pekerja biasa yang sering dianggap pekerja yang ‘beruntung’.
5. Si Natural

Tipe ini merupakan orang-orang ambisius yang penuh talenta. Mereka biasanya bersaing dengan si Alpha dalam memperoleh jabatan. Positifnya, si natural lebih luwes dan rendah hati dibandingkan si Alpha. Mereka adalah orang-orang brilian yang memiliki kemampuan dan diakui semua orang di kantor. Pencapaian dan keberhasilan mereka biasanya tidak mereka akui sendiri, tapi selalu dikembalikan pada tim mereka. Tipe yang satu ini sangat disenangi para atasan dan sesama rekan kerja.
6. Si Pekerja

Para pekerja yang cenderung biasa, tidak terlalu menonjol dan tidak terlalu berkesan. Namun, keberadaan mereka sangat diperlukan karena merekalah yang membuat roda bisnis berputar dengan konstan. Tipe yang satu ini cenderung hebat dalam bidang-bidang tertentu saja. Sayangnya, mereka kurang pandai bersosialisasi atau membangun jaringan kerja.
7. Si Pragmatis

Nah kalau tipe yang ini merupakan tipe idealis yang selalu ingin kejelasan akan segala sesuatunya. Bila perintah atau tujuan yang harus dicapai jelas di mata mereka, mereka akan bekerja dengan maksimal dan memberikan hasil yang terbaik. Kelompok pragmatis sangat pandai dalam berstrategi dan menganalisa.
8. Si Nyentrik

Si nyentrik biasanya bisa menjadi penyelamat di waktu genting. Mereka merupakan para innovator yang penuh dengan gagasan-gagasan unik. Kenyentrikkan mereka seringkali membuat mereka dijauhi pekerja lain, bahkan ditekan. Perlu waktu dan kesabaran untuk menghubungkan maksud mereka pada para pekerja yang lain.
9. Si Acuh

Kalau tipe yang satu ini bekerja hanya karena mereka butuh uang. Pada dasarnya mereka tidak terlalu peduli dengan apa yang mereka kerjakan atau dengan siapa mereka bekerja. Untuk tipe yang satu ini, yang penting mereka bekerja. Tipe Si Acuh biasanya merupakan tipe pekerja yang paling banyak ada di perusahaan. Namun keberadaan mereka sangat penting bagi perusahaan karena tanpa mereka perusahaan tidak akan berjalan.

sumber : http://gemintang.com

Kebiasaan Baik Orang-Orang Produktif



Gemintang.com – Tugas kantor, laporan mingguan, e-mail yang menumpuk, apakah sering membuat Sobat Gemintang kewalahan mengatur waktu sehingga kamu merasa kesulitan menjadi seseorang yang produktif? Dosen senior dari sekolah bisnis Harvard Robert Pozen, mengatakan kunci menjadi produktif adalah mengetahui skala prioritas dan tujuanmu menjadi seorang yang produktif. Untuk itu, yuk ketahui kebiasaan baik orang-orang produktif yang bisa kamu contoh berikut ini.
1. Mengetahui pekerjaan apa saja yang mesti diselesaikan terlebih dahulu

Orang-orang yang produktif mempunyai kebiasaan menulis hal-hal apa saja yang mesti ia lakukan saat bekerja, dari mulai hal yang kecil hingga yang terbesar lalu membagi hal-hal tersebut menurut skala kepentingannya. Mereka juga memahami pekerjaan apa saja yang harus diabaikan sejenak dan tidak panik saat diperhadapkan dengan tugas-tugas baru.
2. Tahu mana yang penting dan mendesak

Pahami, teliti, dan catat pekerjaan apa saja yang penting dan mendesak karena sudah jelas dua hal ini sangat berbeda. Itulah mengapa dikatakan kamu perlu mengatur skala prioritas dan mampu membedakan mana yang penting dan mana yang mendesak untuk segera dikerjakan.
3. Think Win-Win

Setiap orang punya kepentingan, tapi bukan berarti kamu bertindak egois dengan mengerjakan prioritas yang menguntungkanmu dan merugikan orang lain. Salah satu kebiasaan baik orang-orang produktif adalah mereka mempunyai cara berpikir win-win. Memang terasa sulit untuk mempraktekan kebiasaan yang satu ini, tapi selagi kamu mempunyai rasa empati terhadap situasi-kondisi yang dihadapi orang lain, percayalah, segalanya akan terasa mudah.
4. They handle things once

Rahasia lain menjadi seorang yang produktif dikatakan Pozen yaitu dengan menggunakan strategi OHIO atau “Only Handle It Once”. Ketika kamu telah memilih pekerjaan mana yang akan kamu tangani maka selesaikan hal tersebut hingga tuntas dan barulah kembali mengerjakan hal lain. Hal ini tentu saja membuat kamu tidak membuang banyak waktu untuk melakukan sisa-sisa pekerjaan yang terbengkalai.
5. Jadi sosok yang proaktif

Lakuka segala sesuatu maupun hal-hal yang menjadi prioritasmu dengan sepenuh hati. Hal apapun yang dilakukan dengan sepenuh hati tanpa adanya paksaan akan membuat hasil pekerjaanmu baik dan berjalan lancar.

sumber : http://gemintang.com/

Sabtu, 21 Maret 2015

Mencoba Trik Marketing Kombinasi Media Sosial

 

 

Keterlibatan media sosial dalam perkembangan bisnis sepertinya sudah menjadi 2 hal yang tidak bisa dipisahkan. Begitu banyak bisnis modern yang berkembang pesat dengan bantuan #media sosial. Media sosial menawarkan begitu banyak akses mudah untuk mempopulerkan suatu brand bisnis sesuai dengan visi dan misi yang ingin dicapai si penggagas bisnis.

Perkembangan beraneka ragam media sosial juga menjadi celah yang baik untuk mulai membuat strategi marketing demi kepentingan bisnis. Beberapa trik mudah berikut ini dapat kita gunakan ketika memanfaatkan media sosial sebagai media marketing bisnis, dengan mengkombinasikan beberapa layanan media sosial kita bisa lebih memaksimalkan pergerakan digital  marketing kita:

1. Pertahankan Komentar Positif di FB Agar Dilihat Banyak Orang


Banyak celah bagi para pengguna media sosial untuk mengomentari produk bisnis yang sedang berusaha kita populerkan, salah satunya dengan memberikan komentar yang bersifat membangun, mengkritik atau bahkan melecehkan. Komentar bernada positif dari pengguna media sosial rupanya dapat menjadi strategi marketing yang pas untuk menarik perhatian para pengguna sosial media lainnya.

Melalui #Facebook, kita dapat memunculkan komentar positif agar tetap dapat dilihat pengguna Facebook lainnya dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  • Pilih menu “post by other” pada Activity Log

  • Kliklah icon bergambar pensil pada posting yang ingin kita share

  • Lalu dari menu drop down, pilihlah menu “allowed on page”


Dengan demikian komentar bernada positif pada halaman Facebook kita akan selalu terlihat oleh para pengguna Facebook lainnya.

Artikel lain: Memposting Konten Media Sosial, Bukan Hanya Teks Lho!

2. Membuat Desain Twitter Sesuai Tujuan Branding


Mungkin tak banyak pengguna media sosial yang sadar bahwa penggunaan media sosial tersebut bisa di custom secara individu sesuai dengan kebutuhan. Salah satu media sosial yang bisa di custom untuk kepentingan marketing bisnis adalah #Twitter.

Melalui Twitter, kita dapat membuat tampilan bisnis yang lebih atraktif dan bisa di share ke berbagai media sosial atau website lainnya. Kita dapa mengubah setting avatar dan wallpaper di Twitter dengan gambar mengenai deskripsi bisnis yang kita inginkan. Tak hanya itu saja, kita pun bisa menyesuaikan penggunaan hashtag dan hypertweet sesuai dengan kebutuhan bisnis.

3. Fitur Huruf Pada Google+


Penggunaan #Google+ untuk kepentingan marketing bisnis tidak selalu tampak monoton dan serius lho. Melalui fitur-fitur variasi huruf pada Google+, kita diberikan kesempatan untuk melakukan eksplorasi tulisan. Membuat tulisan dengan memanfaatkan berbagai fitur seperti underline, italic dan bold tentu akan mempermudah kita untuk menyampaikan tujuan promosi melalui Google+. Sangat menarik dan praktis.

4. Kesempatan Memperoleh Banyak Audience di Pinterest


Media sosial yang mengusung konten visual ini berkembang dengan sangat pesat dengan laju pertumbuhan pengguna yang sangat menakjubkan. Konten visual yang terdapat pada #Pinterest juga sering muncul dalam hasil mesin pencarian. Keunggulan Pinterest dalam hal konten visual ternyata dapat dimanfaatkan untuk mencari banyak audience baru melalui internet.

Caranya sangat mudah kok, kita tinggal menonaktifkan mode search privacy sehingga para pengguna Pinterest lainnya dapat melihat profil dan board akun bisnis kita melalui hasil mesin pencarian yang tampil di Google. Jangan lupa untuk menggunakan judul board dan deskripsi bisnis yang tepat agar akun Pinterest kita akan sesuai dengan hasil yang ditunjukkan mesin pencarian.

5. Jangan Kunci Akun Instagram


Akun bisnis online di Instagram seringkali menjalin kerjasama SFS (Shoutout For Shoutout) untuk saling mempromosikan dengan akun bisnis online lainnya. Langkah promosi ini akan membuat akun bisnis #Instagram kita memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk dilirik oleh para pengguna Instagram. Agar para pengguna Instagram tertarik untuk langsung mem-follow akun Instagram kita, jangan mengunci atau membuat setting privacy pada akun kita sehingga pengguna Instagram lainnya dapat langsung melihat konten akun Instagram kita.

Kecanggihan teknologi tentu harus membuat kita tergerak berpikir kreatif dalam mewujudkan berbagai tindak marketing yang menarik dan modern. Karena sumber daya teknologi yang kompeten akan semakin bermanfaat bagi perkembangan bisnis apabila digunakan secara bijak dan penuh perencanaan yang matang.

sumber : maxmonroe.com

KERJADIRMAHAJA.COM - BISNIS HEBAT BIKIN HAPPY!

KERJADIRMAHAJA.COM - BISNIS HEBAT BIKIN HAPPY!