Sabtu, 04 April 2015

Halalkah Bisnis MLM Oriflame?

Ngomongin halal dan haram beratttt euy, tapi tak ada salahnya untuk belajar :). Ngomongin halal haram juga harus pakai rujukan, tidak boleh asal interpretasi. Rujukannya apa dong untuk menilai halal atau haram sebuah bisnis MLM? Buat kita umat muslim, rujukannya sudah jelas yaitu Al Qur'an dan Hadist. Jika ilmu kita belum cukup untuk menafsirkan isi Al Qur'an dan Hadist ada satu lagi rujukan yaitu Ijma' ulama melalui fatwa MUI - Majelis Ulama Indonesia. MUI mengeluarkan Fatwa Dewan Syariah Nasional No: 75/DSN MUI/VII/2009 tentang Pedoman Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (PLBS) ditandatangani 25 Juli 2009.


Softcopy fatwa tersebut bisa didownload di url: http://hukum.unsrat.ac.id/inst/dsn2009_75.pdf

Saya ingin menyuplik konten dari link diatas sebagai bahan belajar saya, dan saya bandingkan dengan aktivitas dalam menjalankan bisnis MLM bersama Oriflame.

Menurut fatwa MUI ada 12 poin yang harus dipenuhi sebelum sistem MLM tersebut dikatakan halal, antara lain :
Adanya objek transaksi riil yang diperjualbelikan berupa barang atau produk jasa

Oriflame: produk oriflame sangat riil, banyak ragam, banyak jenis, dan hampir menjangkau semua rentang usia, laki-laki maupun perempuan. Katalog yang tiap bulan terbit sudah berbicara sendiri.

Barang atau produk jasa yang diperdagangkan bukan sesuatu yang diharamkan dan atau yang dipergunakan untuk sesuatu yang haram

Oriflame: produk Oriflame sangat bermanfaat untuk perawatan tubuh, dari luar maupun dari dalam. Contoh produk untuk perawatan diri dari luar: skin care, sabun mandi, sabun cuci muka, body lotion. Contoh produk perawatan diri dari dalam, ya the one and only Nutrishake. Nutrishake membantu program diet untuk menjaga tubuh tetap ideal, kebutuhan nutrisi yang seimbang tetap terjaga, dan tubuh jadi lebih bugar. Nutrishake juga sudah mendapat sertifikasi halal dari MUI, dan mulai C4 tercantum label halal tersebut.



Transaksi dalam perdagangan tersebut tidak mengandung unsur garar, maysir, riba, dharar, dzulm, maksiat

Oriflame: transaksi jual beli antara konsultan dengan konsumen jelas tak ada penipuan, perjudian, apalagi membahayakan. Transaksinya riil, harga jual ke konsumen sesuai dengan harga katalog. Ketika seseorang bergabung di Oriflame sebagai konsultan, dia hanya membayar biaya registrasi untuk starter kit. Starter Kit merupakan tools untuk konsultan memulai bisnis Oriflame-nya. Tidak ada produk apapun didalam starter kit tersebut.

Tidak ada kenaikan harga/biaya yang berlebihan (excessive mark-up), sehingga merugikan konsumen karena tidak sepadan dengan kualitas/manfaat yang diperoleh

Oriflame: setiap penjualan dari konsultan ke konsumen, konsultan mendapat keuntungan langsung 30% dari harga katalog. Di setiap edisi katalog harga satu produk yang sama bisa berubah mengikuti promo atau strategi marketing dari Oriflame.

Komisi yang diberikan oleh perusahaan kepada anggota baik besaran maupun bentuknya harus berdasarkan pada prestasi keja nyata yang terkait langsung dengan volume atau nilai hasil penjualan barang atau produk jasa, dan harus menjadi pendapatan utama mitra usaha dalam PLBS

Oriflame: bonus atau yang bisa disebut gaji adalah murni dari omset pribadi dan group dengan skema bagi hasil yang sudah diatur oleh manajemen Oriflame. Skema bagi hasil atau bahasa kerennya Marketing Plan bisa dibaca detil di buku “Success Plan Leader Edition”. Oriflame juga secara berkala mengadakan training cara menghitung bonus.

Tidak ada bonus rekrut di Oriflame. Mempunyai 1000 downline sekalipun, jika tidak ada omset penjualan (tutup poin) maka tidak akan ada bonus yang ditransfer. Fair kan? Ada jualan, ada keuntungan :)

Bonus yang diberikan oleh perusahaan kepada anggota (mitra usaha) harus jelas jumlahnya ketika dilakukan transaksi (akad) sesuai dengan target penjualan barang dan atau produk jasa yang ditetapkan oleh perusahaan

Oriflame: bonus atau gaji dari Oriflame yang diterima oleh tiap-tiap leader setiap bulan sudah jelas cara penghitungannya. Penghitungan tersebut (marketing plan) dijelaskan dengan detil didalam training baik yang diselenggarakan oleh Oriflame maupun group-group leadernya. Juga tertera dalam buku “Success Plan Leader Edition”.

Bonus berupa perjalanan dalam atau keluar negeri seperti Director Seminar, Gold Conference, Diamond Conference, dan Executive Conference juga sudah jelas target dan cara menghitung pencapainnya. Tools untuk memonitor target tersebut juga disediakan.

Tidak boleh ada komisi atau bonus secara pasif yang diperoleh secara reguler tanpa melakukan pembinaan dan atau penjualan barang dan atau jasa

Oriflame: yang kami Oriflamers lakukan tiap bulan adalah tupo (tutup poin), rekrut, bina.

Tupo: target omset penjualan tiap-tiap konsultan, ya namanya juga bisnis kalau tidak ada penjualan bukan bisnis namanya. Rekrut dan Bina: membentuk tim dan jaringan pemasaran serta melakukan pembinaan via online atau offline training. Trainingnya juga beragam, mulai dari product knowledge, cara berjualan, cara rekrut, cara berpromosi di internet, memotivasi diri sendiri serta downline, dan banyak lagi.



Leaders Oriflame baik yang levelnya sudah double diamond maupun yang masih manager 12% tugas intinya sama: tupo, rekrut, dan bina. Terus aktif merekrut dan membina adalah kunci dari berkembangnya sebuah jaringan pemasaran. Jaringan berkembang, jaringan aktif, bonus juga akan naik.

Pemberian komisi atau bonus oleh perusahaan kepada anggota (mitra usah) tidak menimbulkan igra’

Igra’ ini maksudnya iming-iming yang berlebihan, berlebihan disini sifatnya memang relatif sekali.

Oriflame: iming-iming hadiah, atau reward baik berupa uang tunai maupun mobil bisa untuk memacu prestasi kerja para konsultan. Hayo siapa yang gak seneng direkognisi ketika mencapai title tertentu? Anak-anak saja seneng direkognisi ketika bisa berprestasi disuatu lomba, ya kan?

Reward dari Oriflame ini riil dan positif. Cash award bisa digunakan untuk biaya umrah orang tua, atau membantu biaya sekolah adik. Reward berupa kendaraan akan sangat menunjang mobilitas dalam mengembangkan bisnis. Tidak ada reward dari Oriflame yang sia-sia, semuanya bermanfaat.

Tidak ada eksploitasi dan ketidakadilan dalam pembagian bonus antara anggota pertama dengan anggota berikutnya

Oriflame: Oriflame memiliki sistem yang disebut SARPIO - Sales And Recruitment Process In Oriflame. Dalam SARPIO job desk dan tanggung jawab masing-masing level sudah tertera dengan jelas. L1 tugasnya XXX, L2 tugasnya YYY, L3 tugasnya ZZZ. Semakin tinggi level, semakin besar bonusnya, dan SEMAKIN BESAR TANGGUNGJAWABNYA.



Di bisnis Oriflame tidak ada istilah posisi menentukan prestasi. Yang bergabung belakangan sangat mungkin menyalip level dan pendapatan leader yang bergabung diawal. Setiap awal bulan poin dan pencapaian bulan sebelumnya direset kembali ke 0. Kerja keras dan kerja cerdas yang menentukan yang menentukan.

Sistem perekrutan keanggotaan , bentuk penghargaan dan acara seremonial yang dilakukan tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan aqidah, syariah, dan ahlak mulia seperti syirik, kultus, maksiat, dan lain-lain

Oriflame : setiap awal bulan Oriflame mengadakan Leaders Meeting, acaranya berupa launching katalog, informasi promo bulan terkait, dan rekognisi bagi para leader yang mencapai level tertentu. Apakah ada kultus individu? Sama sekali tak ada! Yang ada hanya perasaan salut dan terinspirasi kepada para leader yang berhasil naik level. Melihat perjuangan mereka dalam cuplikan video dan testimoni.

Setiap mitra usaha yang melakukan perekrutan keanggotaan berkewajiban melakukan pembinaan dan pengawasan kepada anggota yang direkrutnya tersebut

Oriflame: sudah menjadi kegiatan sehari-hari bagi leader oriflame yang namanya membina dan mengawasi. Membina dengan melakukan training dan menyemangati online maupun offline kepada leader didalam jaringan. Mengawasi contohnya: mengingatkan downline ketika ada poin minus atau orderan yang tidak terbayar. Mengawasi ketika ada lonjakan poin yang 'fiktif' ketika tupo akhir bulan. Mengawasi kegiatan downline agar selalu dalam koridor kode etik group maupun Oriflame.



Di Oriflame tidak ada yang namanya ongkang-ongkang kaki terus dapat duit tiap bulan, no no no. BIG NO! Yang ada kerja kerja kerja!

Tidak melakukan kegiatan money game

Money game didefinisikan sebagai : kegiatan penghimpunan dana masyarakat atau penggandaan uang dengan praktik memberikan komisi dan bonus dari hasil perekrutan/ pendaftran Mitra Usaha yang baru/bergabung kemudian, dan bukan dari hasil penjualan produk, atau dari hasil penjualan produk namun produk yang dijual tersebut hanya kamuflase atau tidak mempunyai mutu/kualitas yg dapat dipertanggungjawabkan.

Oriflame: tidak ada money game dalam bisnis Oriflame. Oriflame menjual langsung produknya kepada konsumenya melalui konsultan-konsultannya. Tidak mengikuti rantai distribusi seperti dealer - sub dealer - reseller. Bonus bagi konsultan Oriflame didapat dari omset penjualan dalam jaringan/group. Di Oriflame tidak ada bonus rekrut, bonus pasangan, atau yang sejenis. Punya banyak downline tapi tidak ada omset atau tidak tupo, ya tidak ada bonus.

Merujuk pada 12 poin fatwa MUI diatas, kemudian dicocokkan dengan aktivitas di bisnis Oriflame yang saya jalankan, rasanya tidak ada aktivitas bisnis di Oriflame yang bertentangan dengan poin-poin diatas. Jika ada yang bilang MLM Oriflame haram harus dikonfirmasi dengan rujukan diatas.

Referensi dan bahan bacaan : http://www.stiualhikmah.ac.id/index.php/artikel-ilmiah/116-fatwa-mui-mengenai-mlm

So, ... sudah makin yakin kan berada di bisnis yang benar?

Oriflame is REAL!

sumber : http://yuliamaki.blogspot.com

Kehalalan Produk dan MLM Oriflame

Dalam melakukan promosi secara online maupun offline, beberapa kali saya ditanya mengenai kehalalan produk dan MLM Oriflame. Ulasan berikut saya rangkum dari beberapa sumber dan semoga bisa memberikan manfaat.

Produk Oriflame dibuat hanya dari tumbuh-tumbuhan dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya. Kandungan hewani yang terdapat dalam produk Oriflame hanya beeswax (berasal dari sarang lebah madu) dan lanolin (bulu domba). Sangat aman untuk yang berkulit mudah alergi dan halal bagi muslim.

Produk Oriflame sudah ada di beberapa negara Islam seperti Iran, Mesir, Pakistan yang dikenal lebih ketat dalam mengawasi kehalalan sebuah produk.

Di bawah ini adalah official statement yang menjelaskan kandungan produk Oriflame.


Update info :

Sejak 7 Agustus 2012 seluruh Senior Management dari Oriflame Indonesia telah mendapat sertifikat Halal Assurance System yang merupakan tahap awal mendapatkan label halal MUI untuk produk-produk Oriflame.

Jadi sudah terbukti kalau produk Oriflame halal. Lalu bagaimana dengan sistem MLM-nya? Kenapa ada anggapan bahwa sistem MLM itu haram? Sebenarnya MLM itu ada MLM murni dan ada yang berkedok MLM. Untuk lebih jelasnya, bisa disimak dalam posting “Beda MLM Legal, Skema Piramida, dan Money Game”

Di bawah ini adalah ulasan mengenai kehalalan produk dan sistem bisnis MLM Oriflame. Produk dan bisnis Oriflame diperbolehkan dari sisi hukum Islam karena :

1. Produk Oriflame tidak mengandung bahan yang haram

Penjelasan mengenai kandungan produk sudah ada dalam official statement di atas. Produk Oriflame juga mudah dijual, harga sebanding dengan kualitas, dan memiliki ijin BPOM.

2. Bisnis Oriflame tidak termasuk Qimar, judi, spekulasi atau yang sejenis.

Biaya pendaftaran member sebesar Rp 49.900 dikembalikan dalam bentuk fasilitas berupa Starterkit yang berisi : buku Consultant Manual, Opportunity Flyer, Skincare Guide, Katalog Produk, Daftar Harga Konsultan, Customer Order Form, nota pesanan konsumen, Consultant Application Form, temporary member card.

Masih ditambah dengan fasilitas online seperti web replika, akses ke web Oriflame dan web dBC Network (jika bergabung di jaringan dBC Network).

Jadi modal Rp 49.900 itu tidak menyebabkan kita menjadi rugi. Tidak ada modal yang dipertaruhkan disini.

Di bisnis Oriflame semuanya jelas, produknya nyata dan keuntungan yang diperoleh konsultan tergantung dari kerja keras yang dilakukan. Jadi benar-benar tidak ada unsur Qimar, judi, spekulasi atau yang sejenisnya.

3. Bisnis Oriflame tidak mengandung Gharar (kontrak yang tidak lengkap dan jelas).

Oriflame memiliki Marketing Plan yang jelas buat para membernya. Sistem perhitungannya ada di consultant manual.

Sebagai konsultan Oriflame kontraknya sudah jelas yaitu kita mendapat keuntungan hasil penjualan berupa selisih dari harga katalog dengan harga konsultan. Keuntungan lain berupa performance discount, bonus, dan reward perhitungannya juga transparan dan bersifat terbuka.

4. Bisnis Oriflame tidak ada unsur Kedhaliman dan Eksploitatif (Dzulm)

Oriflame tidak mengandung unsur kedhaliman dan eksploitatif karena bisnis Oriflame bukan Skema Piramida atau Money Game. Skema piramida menerapkan yang masuk lebih dulu atau berada di level atas akan lebih untung daripada yang berada di level bawah. Hal ini tidak terjadi di Oriflame. Dalam posting “Ilustrasi Perhitungan Penghasilan di Bisnis Oriflame” tampak bahwa konsultan diberikan bonus sesuai kerja kerasnya. Bonus dihitung berdasar perolehan poin grup. Poin grup ini akan menentukan di level mana konsultan tersebut berada. Perhitungan bonusnya adalah level konsultan dikurangi level downline dikalikan omset grup downline langsungnya. Bonus konsultan (upline) disini sama sekali tidak memakan hak downline. Bonus tersebut merupakan penghargaan atas waktu dan tenaga upline dalam membangun jaringan bisnis.

5. Bisnis Oriflame tidak mengandung unsur Riba

Karena bisnis Oriflame memberikan keuntungan berupa 23% dari hasil penjualan produk kepada konsultannya. Jadi penghasilan yang diperoleh merupakan persentase dari hasil penjualan baik secara pribadi maupun jaringan. Dengan demikian, pembagian keuntungan berdasar persentase keuntungan yang jelas, bukan dari bunga.

6. Bisnis Oriflame bukan Penipuan (Tadlis/Ghisy)

Oriflame didirikan oleh kakak beradik asal Swedia, Robert dan Jonas Af Jachnick pada tahun 1967. Sampai dengan saat ini Oriflame sudah ada di 63 negara dan berada di Indonesia sejak 1986. Oriflame merupakan pelopor MLM di Indonesia. Di Jakarta kantor Oriflame berlokasi di area perkantoran elite Sudirman di wisma Standard Chartered dan merupakan kantor Oriflame terbesar di kawasan Asia Tenggara. Berada di 63 negara dan 25 tahun di Indonesia merupakan bukti yang cukup bahwa Oriflame adalah perusahaan yang riil dan terpercaya.

Referensi : dari beberapa sumber

Jumat, 03 April 2015

Masih Ragu Memulai Bisnis?

Sukses melakoni bisnis seringkali terkendala akan keraguan memulainya. Apalagi bagi para karyawan yang setiap bulannya sudah dapat dipastikan memperoleh gaji dari perusahaan. Tentu merekasangat sulit untuk keluar dari zona nyaman dan membuka usaha.


Pertanyaan mengenai kekhawatiran sering kali menyelimuti. Hal-hal seperti bagaimana bila bisnis yang akan dijalankan gagal? Padahal sebelumnya penghasilan sebagai karyawan di salah satu perusahaan cukup besar.

Meski ketakutan itu terus ada, tetapi begitu banyak orang yang bermimpi bisa membangun usaha sendiri. Tentunyasangat menyenangkan jika memiliki usaha sendiri. Tetapi sayanagnya, keinginan mereka tidak pernah terwujud karena terhalang rasa takut yang berlebihan.

Betapa tidak, tidak memiliki pengalaman berbisnis, tidak memiliki modal yang cukup besarseringkali menjadi hal-hal penghalang untuk seseorang memulai bisnisnya. Nah, jikamasih ragu lakukan hal-hal berikut ini.

Pertama, tetap fokus menjadi pengusaha. Tanpa hal ini mustahil seseorang bisa menjadi pengusaha sukses. Pasalnya, orang macam ini cenderung menyerah sebelum berperang. Untuk itu tetaplah fokusmeraih cita-cita Anda untuk menjadi pengusaha.

Mulailah denan sederhana dan mendasar untuk meminimalisir ketakutan Anda, kemudian mulailah mensurvei lokasiusaha, mencari suplier, dan lain sebagainya.

Kemudian, yang kedua,jikaAnda masih bingung untuk memulai usaha coba;ah memulai bisnis ketika masih menjadi karyawan. Cara ini adalah cara paling efektif untuk mengatasi ketakutan gagalberhasil merintis sebuah bisnis.

Karena, dengan cara itu Anda masih memiliki penghasilan kalau seandainya usaha yang Anda rintis gagal. Tetapi, tidaklah mudah bila Anda masih bekerja di sebuah perusahaan lantas ingin membuka usaha. Tetapi, tidak ada hal yang mustahil, semua hanya membutuhkan kerja kerasagarusah berhasil sementara karir pun berhasil.

Yang ketiga, ada baiknya Anda melakukan riset pasar untuk mempelajari segmen pasar yang nantinya ingin dicapai, dengan cara ini Anda akan tahu apa yang harus Anda jual, dimana dan menjalnya kepada siapa. Kalau sudah begini,tentu tidak terlalu rumit bukan?

Hal keempat adalah mempersiapkan rencana cadangan jika usaha yang dirintis gagal adalah suatu keharusana untuk segera bangkit dari keterpurukan. Dengan kata lain, kesiapan keuangan tak boleh sekadar mampu membiayai usaha, tetapi juga membiayai hidup Anda selanjutnya ketika bisnis Anda gagal.

Terakhir, jangan keinginan Anda terus tertunda. Untuk itu, canangkan dalam diri Anda kalau harus memulai usaha. Yakinkan diri Anda kalau usaha yang akan Anda rintis mampu sukses. Untuk itu jangan pernah menundanya, karena Anda tidak akan tahu sebelum Anda mencobanya.

sumber : http://www.neraca.co.id

Minggu, 29 Maret 2015

6 Cara Bangkit Ketika Kamu Kehilangan Motivasi

Sobat, tak peduli siapapun kamu pasti pernah mengalami masa-masa di mana Anda kehilangan motivasi sampai-sampai tak ingin melakukan apapun. Bahkan, buat orang-orang yang telah sukses sekalipun pasti mengalami saat ia merasa tidak ada motivasi untuk bangkit. Namun, tak perlu khawatir. Izwie punya beberapa cara efektif buat kamu mengatasi situasi ini dan sangat membantu untuk mencapai hal-hal besar.Motivasi merupakan salah satu kunci yang akan mendorong Anda untuk mengambil tindakan dan bergerak setiap hari. Jika Anda tak memiliki motivasi, Anda akan cenderung menunda-nunda pekerjaan. Inilah yang terjadi pada kebanyakan orang, apakah itu termasuk kamu? So, jangan gampang untuk menyerah. Yuk simak tips berikut ini, 6 Cara Bangkit Saat Kamu Kehilangan Motivasi.

1. Ingatlah Niat Awalmu


Ingatlah Niat Awalmu

Jika kamu merasa kurang motivasi, cobalah untuk mengingat niat awal mengapa kamu ingin melakukannya. Alasan Anda melakukan sesuatu akan menjadi kekuatan yang mendorong Anda untuk bersemangat dalam menjalankannya. Jangan hanya melakukannya dengan terpaksa karena harus menyelesaikan tugas. Namun, kamu harus meyakini bahwa apa yang kamu lakukan benar-benar bermanfaat bagimu. Pastikan Anda memiliki alasan yang kuat dan tujuan saat kamu melakukan sesuatu untuk membangkitkan motivasi dalam dirimu.

2. Bayangkan Kesuksesan yang Akan Kamu Raih


Bayangkan Kesuksesan yang Akan Kamu Raih

Visualisasi. Yups, dengan membayangkan kesuksesan yang akan raih akan membuat kamu lebih termotivasi untuk menjalani prosesnya. Kamu bisa membayangkan apapun yang kamu inginkan, di manapun dan kapanpun kamu mau. Masih tidak percaya?

Jika kamu berpikir bahwa visualisasi tidak bekerja, coba bayangkan dengan jelas bahwa kamu berjalan ke dapur, membuka pintu kulkas, kamu melihat lemon kuning besar dan Anda membawanya keluar. Setelah itu Anda mengambil pisau dan memotong lemon kuning besar menjadi setengah. Bayangkan ini jelas dan rinci. Setelah memotong lemon, mengambil setengah dan memeras lemon yang tetes jus ke dalam mulutmu. Merasakan tekanan tanganmu, mendengar suara perasan dan bayangkan jus lemon asam masuk ke mulutmu. Sekarang, apakah kamu merasa lebih air liur dalam mulutmu atau tidak?

Kemungkinannya adalah, jika kamu mengikuti melalui dan memvisualisasikan dengan jelas, kamu akan memiliki lebih banyak air liur di mulutmu. Ayo, ini hanya visualisasi dan itu tidak nyata, tapi mengapa terdapat lebih banyak air liur di mulutmu? Hal ini karena pikiranmu tidak bisa membedakan apa yang nyata dan apa yang tidak. Pikiran hanya bisa melihat itu, tetapi tidak bisa mengatakan jika itu nyata.


Inilah yang membuat visualisasi menjadi cara yang ampuh. Intinya adalah ketika Anda membayangkan dan memvisualisasikan suatu hal dalam pikiran Anda, Anda akan merasa termotivasi untuk melakukannya. Ketika Anda bermimpi tentang mobil yang Anda inginkan, Anda akan menciptakan motivasi dari dalam. Cobalah melakukan hal ini ketika Anda merasa seperti menunda-nunda dan tidak memiliki motivasi apapun.

3. Ciptakan Lingkungan yang Mendukung


Ciptakan Lingkungan yang Mendukung

Lingkungan dapat mempengaruhi suasana hatimu. Secara tidak langsung, kamu akan menjadi seperti teman sepergaulan kamu. Jika kamu bergaul dengan orang-orang yang bersemangat, hidupmu juga akan semakin berenergi. Sebaliknya, jika kamu berada di lingkungan orang yang negatif, kamu akan semakin kehilangan motivasi. Jadi, cobalah mencari lingkungan yang akan membangkitkan motivasimu.

4. Biarkan Orang Lain Memotivasi Kamu


Biarkan Orang Lain Memotivasi Kamu

Cobalah untuk membaca buku motivasi, mengunjugi situs-situs motivasi seperti izwie.com, mendengarkan musik yang semangat, atau menonton tayangan yang inspiratif. Lakukan kegiatan tersebut minimal 30 menit di pagi hari agar membuat hidupmu lebih bersemangat. Dengan cara ini, kamu akan lebih bersemangat menjalani hari-harimu meskipun menghadapi persoalan yang cukup berat.

Video dan audio juga sangat membantu. Semangat yang ditularkan lewat ceramah orang hebat ataupun musik yang kamu dengar akan memompa semangatmu untuk bersiap menghadapi situasi hari ini. Jadikan sebagai mood booster untuk menjalani hari yang luar biasa hari ini.

5. Dream Big, Start Small and Act Now


Dream Big, Start Small and Act Now

Ini adalah sebuah prinsip yang sangat kuat jika kamu mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Saat kamu bermimipi, bermimpilah yang besar dan dapat menginspirasimu untuk mencapainya. Dalam prosesnya, kamu harus memulainya dari yang kecil jka ingin membuatnya menjadi kebiasaan. Sehingga kamu dapat menjalaninya secara otomatis dan konsisten setiap hari.

Lakukan langkah-langkah kecil secara bertahap. Sebagai contoh, jika kamu ingin latihan dan latihan lima kali dalam seminggu, cobalah untuk jadwal dan memulai dari yang kecil. Bahkan jika itu hanya lima menit sehari, berkomitmenlah untuk itu dan hanya melakukannya. Kuncinya adalah untuk membangun momentum dan membuatnya mudah bagi Anda untuk memulai. Setelah Anda mendapatkan polanya, secara bertahap tingkatkanlah dan lanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi.

6. Istirahat


Istirahat

Kadang-kadang kamu hanya butuh beristirahat. Ingat, sukses bukanlah tujuan; itu adalah sebuah perjalanan yang harus kamu lewati untuk jangka waktu yang panjang. Ini bukan seperti lari jarak pendek, tapi maraton. Banyak orang mengira sukses sebagai melakukan sesuatu yang besar dan kesuksesan yang akan datang lebih semalam. Yang benar adalah benar-benar sebaliknya.

Hampir semua orang sukses yang telah mencapai hasil yang luar biasa mampu melakukannya karena mereka bertahan cukup lama, melakukan tindakan yang cukup konsisten dan tentu saja, mereka tidak pernah menyerah. Sukses bukan sesuatu yang dapat dibuat dalam beberapa hari, beberapa minggu ataupun bulan. Keberhasilan nyata membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangunnya.

Oleh karena itu, pastikan kamu beristirahat dengan cukup. Kamu perlu memahami kemampuanmu sendiri dan seberapa banyak yang dapat kamu lakukan. Jika selesai dalam suatu pekerjaan, kamu dapat memanjakan diri dan beristirahat. Setelah istirahat, kamu akan merasa lebih energik, lebih termotivasi dan siap untuk menghadapi dunia lagi.

Nah, itulah 6 Cara Bangkit Saat Kamu Kehilangan Motivasi dalam mengejar kesuksesanmu. Tetap semangat selalu ya!


sumber : http://www.izwie.com

Sabtu, 28 Maret 2015

11 Alasan Sah Kenapa Cewek Perlu Bekerja, Bukan Cuma Jadi Ibu Rumah Tangga

Keputusan menjadi ibu rumah tangga yang bekerja seringkali mendapat kritikan. Dianggap menelantarkan anak, abai pada suami, hingga lalai pada tugas-tugas di rumah.

Padahal, ibu yang bekerja justru punya banyak efek positif, baik bagi diri mereka sendiri, keluarga, dan tumbuh kembang anak lho! Nah, di artikel ini Hipwee akan memaparkan fakta-fakta penelitian yang bisa meyakinkanmu bahwa kelak tidak ada salahnya bekerja sambil mengurus rumah tangga. Simak, yuk!

1. Ibu yang Bekerja Bisa Jadi Panutan yang Baik Bagi Anak-Anak, Bahwa Perempuan Tidak Selalu Berada Di Posisi yang Inferior
role model

panutan yang baik bagi anak via www.huffingtonpost.com

Kental dengan budaya patriarki, kita seringkali menyepelekan perempuan. Peran ibu dianggap sekadar sebagai “pengurus rumah” yang tidak lebih hebat dari ayah. Kadang, hal ini menjadikan anak memilih lebih patuh pada ayah daripada ibu. Namun, anak-anak tentu perlu diberi pemahaman yang benar; bahwa ibu juga punya otoritas atas dirinya sendiri dan anak-anaknya.

Ibu yang bekerja adalah contoh baik bagi anak perempuan maupun laki-laki. Anak perempuan akan mengerti bahwa perempuan juga layak mengejar karir, bukan sekadar menikah lalu punya anak. Sementara, anak laki-laki akan memahami bahwa tugas-tugas rumah tangga bukan semata-mata tanggung jawab perempuan, tapi seluruh anggota keluarga.

Bukan berarti ibu yang tidak bekerja adalah panutan yang buruk. Tapi, pilihan untuk berkarir menjadi contoh gamblang bagi anak-anak untuk mematahkan anggapan-anggapan umum yang menempatkan perempuan di posisi inferior.

2. Kelak, Anak-Anakmu Bisa Terdidik Untuk Menjadi Lebih Mandiri
mandirimandiri

Tanpa ibu di rumah, anak-anak justru bisa jadi lebih bertanggung jawab pada diri mereka sendiri. Makan tepat waktu, mengerjakan PR, belajar, bermain, tidur siang; banyak hal yang dikerjakan atas kesadaran diri sendiri. Bahkan, mengingat pesan-pesan dari ibu membuat mereka lebih berhati-hati. Misalnya, mereka akan patuh untuk tidak bermain-main dengan api atau listrik saat sendirian di rumah.

Meskipun sebagian anak lebih beruntung lantaran punya PRT di rumah, bukan berarti mereka menjadi manja. Umumnya, PRT bertanggung jawab pada pekerjaan rumah; masak, menyapu, mengepel, atau mencuci baju. Sementara, anak-anak akan mengusahakan tugas-tugas mereka sendiri, mengerjakan PR atau belajar untuk ulangan misalnya. Dalam kasus ini, kemandirian anak-anak akan terdidik secara alami.

3. Kesibukan Bekerja Bisa Membuatmu Terhindar Dari Emosi Negatif yang Dapat Mengarah Pada Depresi minim depresi

Menurut survei Gallup.com pada 1000 responden, tercatat 28% kasus depresi dialami para ibu rumah tangga sedangkan hanya sekitar 17% yang dialami ibu rumah tangga yang bekerja. Elizabeth Mendes, kepala editor dari Gallup.com menegaskan bahwa pekerjaan memang bisa jadi sumber kebahagiaan bagi para ibu. Hal ini lantaran kesibukan di kantor bisa membuat para ibu terhindar dari emosi-emosi negatif seperti marah, sedih, stres, atau khawatir.

4. Keputusan untuk Bekerja Bukan Berarti Mengabaikan Peranmu Sebagai Orang Tua
mommom

Ibu rumah tangga yang bekerja sering dianggap mengabaikan perannya sebagai orang tua. Alih-alih menemani anak di rumah, ibu justru sibuk dengan rutinitas di kantor. Kadang, hal inilah yang membuat ibu menanggung rasa bersalah. Menganggap bahwa keputusan untuk bekerja membuat anak-anak membenci mereka lantaran merasa diabaikan.

Namun, peran ibu tak bisa diukur dengan seberapa sering seorang ibu ada di samping anak-anaknya. Membimbing dan mengarahkan anak tetap bisa dilakukan selama mampu membagi waktu dan menjaga komunikasi. Bahkan, kemampuan untuk menjalankan dua peran sekaligus adalah bukti bahwa ibu adalah orang tua yang hebat.

5. Karena Memiliki Waktu yang Terbatas, Waktumu Bersama Anak-Anak Justru Lebih Berkualitas

membagi waktu

Rutinitas dan tanggung jawab pekerjaan menjadikan ibu tidak punya banyak waktu bersama anak-anaknya. Bahkan, setelah seharian meninggalkan rumah pun masih harus terganggu dengan email klien dan deadline pekerjaan yang belum terselesaikan. Akibatnya, sekadar untuk duduk bersama anak dan mendengarkan hari-hari mereka di sekolah bisa jadi momen berharga.

Bagaimanapun, ibu dituntut untuk tegas dan disiplin soal jam kerja. Pekerjaan selayaknya diselesaikan di kantor karena setelahnya adalah tugas ibu untuk memenuhi hak anak-anak. Gunakan waktu untuk menemani mereka mengerjakan PR atau belajar. Pastikan bahwa sedikit waktu selepas jam kantor cukup berkualitas bagi mereka. Jika terpaksa harus kembali menyentuh folder-folder pekerjaan, lakukan setelah anak-anak tidur di malam hari.

6. Menurut Penelitian, Anak-Anak yang Ibunya Bekerja Justru Bisa Jadi Lebih Pintar di Sekolahanak pintar

Penelitian di Denmark menyebutkan bahwa anak-anak yang sejak usia 4 tahun ditinggal oleh ibunya bekerja justru tumbuh lebih cerdas daripada anak-anak yang ibunya tidak bekerja. Yang pasti, hal ini erat kaitannya dengan peran negara (Denmark) yang mengalokasikan 1,2% pendapatan nasional untuk kepentingan anak-anak. Fasilitas pendidikan yang memadai dan peran orang tua sebagai panutan menjadikan anak-anak punya prestasi yang lebih baik di sekolah.

7.Penelitian Juga Menunjukkan Bahwa Pilihan untuk Bekerja Tidak Mempengaruhi Perilaku Anakpertumbuhan anak

Banyak ibu yang khawatir jika ketidakhadiran mereka di rumah akan mempengaruhi perilaku anak. Namun, berbagai penelitian yang dipublikasikan American Psychological Association sejak tahun 1960 justru menjelaskan sebaliknya.

Para peneliti hanya menemukan sedikit bukti bahwa keputusan ibu untuk bekerja akan mempengaruhi perkembangan perilaku anak, menjadi nakal misalnya. Sebaliknya, anak-anak yang ditinggal bekerja sejak usia kurang dari 3 tahun justru punya prestasi lebih baik di sekolah daripada anak-anak yang ibunya tidak bekerja. Bahkan, anak-anak tersebut juga minim mengalami stres dan depresi. Nilai yang lebih rendah hanya diperoleh oleh anak-anak yang sejak usia kurang dari 1 tahun sudah ditinggal ibunya untuk bekerja.

8. Selama Jam Kerjamu Normal dan Kamu Mampu Mengatur Waktu, Tumbuh Kembang Emosi Anak Juga Tidak Akan Tergangguemosional

Penelitian di University College London mematahkan kepercayaan bahwa pilihan ibu untuk bekerja bisa mempengaruhi pertumbuhan emosi anak. Selama ibu punya jam kerja yang normal dan bisa menyeimbangkan antara pekerjaan dan komitmen sebagai orang tua, keputusan untuk bekerja bukanlah masalah bagi tumbuh kembang emosi anak.

9. Hubunganmu dan Pasangan Juga Bisa Lebih Harmonis. Kalian Terbiasa Berbagi Tugas Karena Sama-Sama Bekerjapunya hubungan yang bahagia

Kaitannya dengan peran ayah, ibu yang bekerja justru punya hubungan yang lebih bahagia. Pasalnya, ayah dan ibu akan pintar-pintar bekerja sama membagi tugas agar segala sesuatunya berjalan dengan baik. Bahkan, tidak jarang mereka rela bertukar peran agar tidak terjadi masalah. Misalnya, saat ibu harus meeting dan pergi ke kantor lebih pagi dari biasanya, ayahlah yang akan menyiapkan sarapan untuk anak-anak.

Saling pengertian antara keduanya menjadikan hubungan yang dijalani justru lebih baik. Merasa punya peran yang sama-sama penting dan tanggung jawab yang sama-sama besar membuat ikatan suami istri lebih kuat. Bukan tidak mungkin jika kondisi keluarga jadi lebih bahagia dan harmonis.

10. Bekerja Berarti Memberimu Ruang Pribadi, Untuk Sejenak Meninggalkan Rutinitas Sebagai Ibu Rumah Tanggaistirahat

Tidak bisa dipungkiri bahwa tinggal di rumah untuk memasak, menyapu, atau mencuci bisa jadi rutinitas yang membosankan. Atas alasan itulah, seorang ibu butuh kegiatan yang bisa menyeimbangkan hidupnya. Bergelut dengan tugas kantor, menghadapi klien, bergaul dengan teman kantor; banyak hal yang bisa menjadikan pekerjaan sebagai penyeimbang – membuat hidup lebih menarik untuk dijalani.

11. Di Tengah Kebutuhan Hidup yang Kian Mencekik Leher, Pendapatanmu Bisa Membantu Meringankan Beban Finansial Keluargakeuangan

Bukan hanya bermanfaat bagi diri sendiri, bekerja tentu memberi manfaat bagi seluruh keluarga, khususnya perkara keuangan. Di negara-negara maju, ibu yang bekerja menjadi isu penting yang erat kaitannya dengan kesejahteraan keluarga. Di Amerika misalnya, tercatat 66% dari seluruh perempuan yang sudah menikah memilih untuk bekerja.

Soal keuangan memang seringkali menjadi alasan kenapa ibu memilih bekerja. Pasalnya, gaji suami mungkin belum bisa memenuhi berbagai kebutuhan keluarga. Misalnya, dengan UMP 2,2 juta di Jakarta tentu belum menutup kebutuhan pokok, hingga biaya sekolah dan cicilan rumah. Namun, jika ayah dan ibu sama-sama bekerja, sudah pasti masalah keuangan terasa lebih ringan.

Nah, gimana? Apakah kamu setuju jika ibu rumah tangga sebaiknya juga bekerja, atau sebaliknya? Saat kelak berumah tangga, semoga kita bisa pintar-pintar menentukan pilihan, ya! :)

Artikel kali ini diadaptasi dari laman Lifehack. Artikel asilinya bisa dilihat disini.

Ini Alasan Kenapa Orang Ingin Kerja dari Rumah

Depositphotos_3270815_xxxl

Bekerja bukan hanya tentang menyelesaikan sebuah tugas atau tanggungjawab dari depan meja di dalam sebuah ruangan yang berada di dalam gedung. Bekerja tidak mengharuskan kita untuk berada di dalam ruangan dalam waktu 8 -9 jam setiap harinya. Setiap pekerjaan memiliki cara dan peraturan mereka masing – masing. Terkadang banyak orang memilih untuk bekerja di luar ruangan karena beberapa alasan. Mereka biasanya mengambil sebuah pekerjaan paruh waktu atau freelance. Ini membuat mereka tidak harus datang ke kantor dan menyelesaikan pekerjaan di sana. Tapi yang jelas setiap tugas yang dilimpahkan harus benar – benar diselesaikan dengan baik.

Tidak jarang beberapa pekerja merasa rumah mereka adalah tempat yang paling nyaman untuk bekerja. Baik itu rumah pribadi, kos ataupun hanya rumah persinggahan saja. Nah, tapi sebelumnya, apa saja sih yang dicari orang seperti ini. Orang yang memilih untuk bekerja di rumah ketimbang di kantor?

1. Mencari ketenangan
Yang jelas mereka yang memilih bekerja dari rumah adalah yang lebih menyukai bekerja individu atau sendiri. Mereka akan cenderung merasa terganggu ketika ada banyak orang disekitar mereka, terlebih saat harus berkonsentrasi menyelesaikan tugas. Untuk itu mereka memilih bekerja dari dalam rumah dengan tujuan untuk mencari ketenangan dan meminimalisir gangguan. Bekerja dari rumah juga akan membantu menjaga privasi Anda.

2. Mencari kenyamanan
Ketika Anda bekerja Anda harus merasa nyaman. Itu jelas, karena ketika Anda merasa sangat tertekan, terganggu dan tidak nyaman pasti pekerjaan dan produktivitas kerja Anda akan terganggu. Carilah rasa dan tempat yang nyaman bagi Anda untuk bekerja, sekalipun itu dirumah Anda sendiri. Anda bisa mendesain ulang meja kerja di dalam kamar atau sebuah ruangan khusus di dalam rumah. Mendesain sesuai dengan keinginan dan selera Anda. Buatlah suasana yang mendukung Anda saat bekerja. Ini akan membuat Anda semakin bersemangat menyelesaikan pekerjaan.

3. Ingin dekat dengan keluarga
Siapa yang tidak ingin berlama – lama dengan keluarga? Setiap orang pasti mencari atau berusaha untuk meluangkan waktu libur mereka untuk bisa berkumpul bersama dengan keluarga. Beberapa pekerja memilih untuk bekerja dari dalam rumah mereka, alasannya karena ingin berlama – lama bertemu dengan keluarga. Ini jugalah yang menjadi alasan sebagian besar Ibu rumah tangga yang menjalankan bisnis pribadi, baik secara online maupun offline. Mereka bisa bekerja sekaligus mengurus keluarga. Dengan begitu semangat bekerja juga semakin meningkat.

4. Lebih fleksibel
Saat Anda bekerja di kantor maka tidak akan ada waktu pasti yang membawa Anda dalam 8 jam waktu produktif. Akan ada berbagai kegiatan atau tambahan waktu sampai akhirnya Anda merasakan pulang malam. Ini membuat Anda lebih tertekan dan lelah. Nah, pilihan bekerja dirumah selanjutnya adalah karena bekerja dirumah itu memberikan kita waktu yang fleksibel. Kita bisa mengerjakan tugas kapansaja. Yang jelas tetap harus sesuai dengan target waktu yang diberikan. Kita juga harus konsisten terhadap diri sendiri bahwa akan menyelesaikan tugas tepat pada waktunya.

Anda juga memiliki waktu bebas lebih banyak. Mau makan tinggal makan, mau minum tinggal minum. Jika ingin istirahat kapan saja bisa. Anda juga tidak harus mengeluarkan banyak uang untuk biaya transportasi Anda ke kantor.

5. Lebih bebas berkreatifitas
Ada kalanya kita merasa ragu atau kurang percaya diri menunjukkan kreativitas yang kita miliki di depan orang lain. Itu sebabnya bekerja dari rumah dinilai dapat membantu kita bereksplorasi lebih banyak dengan pekerjaan kita. Kita bisa memulai dari diri sendiri, ruang kerja, hingga proses pengerjakan tugas. Tidak perlu khawatir dengan pandangan orang lain. Ketika Anda sudah merasa yakin, hal itu bisa Anda diskusikan dengan atasan yang berada di kantor.

Bekerja dari rumah memang terkesan tidak berjalan, tapi ada juga yang sudah berhasil membuktikan bahwa bekerja itu tidak harus datang pagi dan pulang malam dari kantor. Dimanapun kita berada kita bisa bekerja dan menghasilkan sesuatu yang baik. Bekerja dari rumah juga terkesan hanya cocok untuk orang yang pemalu, tidak percaya diri, minder dan sebagainya. Tapi ini membuktikan bahwa setiap orang memiliki cara bekerja dan berkreasi sendiri – sendiri. (fdl)

sumber ; mediabisnisonline.com

Minggu, 22 Maret 2015

Tips Sukses Menjalankan Bisnis Kecil



Gemintang.com – Apakah Sobat Gemintang sedang mencoba berwirausaha dengan menjalankan bisnis kecil? Untuk membuat bisnis kecil kamu sukses, tentu saja tidak cukup hanya dengan modal dana atau keahlian semata. Ada beberapa hal yang wajib kamu lakukan agar bisnismu tidak berhenti begitu saja di tengah jalan. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan selama menjalankan bisnismu.
1. Tingkatkan kreativitas

Yang akan membuat bisnis kamu dikenal konsumen adalah keunikan bisnis kamu yang berbeda dari bisnis-bisnis serupa. Bebaskan dirimu untuk berkreativitas sehingga produk atau jasa yang kamu tawarkan menjadi sesuatu yang berkesan dan menarik perhatian konsumen. Tidak ada salahnya meminta saran atau bantuan dari pebisnis lain yang sudah memulai bisnis serupa. Selain itu, akan sangat berguna bila kamu berani melakukan survei kecil langsung pada target konsumenmu. Hal ini akan memastikan bahwa produk atau jasa yang kamu tawarkan merupakan jawaban dari kebutuhan konsumen.
2. Kenali lawan usahamu

Ada baiknya kamu mengobservasi kelebihan-kelebihan dari bisnis-bisnis serupa yang memang diminati oleh konsumen. Hal ini bisa menjadi pertimbangan untuk dilakukan sehingga membuat bisnis kecil kamu mengalami kesuksesan yang sama. Jangan langsung merasa terintimidasi melihat lawan bisnismu, tapi belajarlah dari mereka.
3. Pastikan semuanya teratur dan terorganisir

Manajemen yang baik sangat mempengaruhi keberhasilan suatu usaha. Oleh karena itu, kamu harus memastikan segala sesuatunya diatur dengan baik dan mendetail. Pastikan catatan untuk tiap pemasukan, pengeluaran, dan laba benar-benar lengkap dan mendetail. Akan lebih baik bila selalu dicek dan direkap tiap harinya sehingga tidak terjadi kebocoran dana.
4. Beri pelayanan terbaik

Pelayanan terbaik yang diberikan konsumen merupakan suatu jaminan untuk kepuasan konsumen. Selain itu, pelayanan yang baik akan membuat konsumen tidak kapok untuk mencarimu bila dibutuhkan, mengingat baiknya pelayanan yang kamu berikan.
5. Konsistensi sangat dibutuhkan

Konsistensi merupakan hal penting yang harus selalu dijaga. Tidak peduli masalah apa yang kamu temui selama kamu menjalankan bisnismu, pastikan kamu tetap konsisten dengan kualitas produk atau jasa yang kamu tawarkan. Ini akan menjadi nilai tambah untuk bisnis kecilmu.

sumber : gumintang.com

KERJADIRMAHAJA.COM - BISNIS HEBAT BIKIN HAPPY!

KERJADIRMAHAJA.COM - BISNIS HEBAT BIKIN HAPPY!